Seorang
mahasiswi Universitas Indonesia (UI), Claristy berpendapat, peluang start updi
Indonesia cukup potensial. Apalagi, saat ini sudah banyak inkubator bisnis,
baik dari industri maupun dari media.
"Yang
penting itu ide. Ketika kita punya ide dan bisa mengembangkan menjadi sebuah
kreativitas, maka peluang start up semakin besar karena menjalankannya juga
saya rasa tak terlalu sulit," ujarnya seperti dilansir Okezone.
Meski
demikian, mahasiswi jurusan Komunikasi ini belum memiliki ketertarikan
menjalankan start up. Pasalnya, Claristy sedang fokus untuk menyelesaikan kuliah
sehingga masih banyak yang harus dia selesaikan. Sedangkan yang menjadi
penghalang seseorang untuk membangun start up adalah keberanian. Generasi muda,
kata dia, sering ragu-ragu untuk mencoba sesuatu yang baru.
"Membangun
start up itu kan butuh dedikasi waktu. Sedangkan masih sekarang masih
disibukkan dengan urusan kampus. Kalau belum yakin karena masih
setengah-setengah takutnya tidak berjalan baik," ucapnya.
Tak
hanya Claristy, beberapa mahasiswa juga menaruh minat yang besar terhadap
bisnis start up. Beberapa mahasiswa lainnya dalam kompetisi DBS Young Economist
Stand Up pada materi dengan topik peluang Indonesia di era digital memaparkan
hubungan teknologi dengan start up, seperti e-commerce dan aplikasi edukasi.
"Dengan
mereka menunjukkan kemampuan presentasi selama lima menit dengan luar biasa,
saya melihat mereka bisa melihat berbagai angle yang berbeda dari adanya
revolusi digital. Saya optimistis apa yang mereka sampaikan bisa menjadi jangka
panjang. Semoga visi yang mereka sampaikan tidak sebatas untuk kompetisi
semata, tetapi juga bisa direalisasikan," imbuh aktivis dan pendiri
Indonesia Youth Conference, Alanda Kariza yang bertindak sebagai juri.(Okz)

Posting Komentar