Acara
ini dihadiri oleh sekitar 400 orang peserta yang terdiri dari pakar atau
pemerhati pembangunan ekonomi dan bisnis nasional, eksekutif dan profesional
dari berbagai perusahaan swasta maupun BUMN, birokrat pemerintah, alumni
program Doktor Manajemen Bisnis dan Magister Manajemen SB-IPB, dan mahasiswa
dan civitas akademika IPB dan para mitra/stakeholder SB-IPB.
Kenapa
IPB yang basisnya Pertanian justru membuat Sekolah Bisnis? Pertanyaan ini tentunya
sangat menggelitik. Tapi Dr. Ir. Idqan Fahmi, MEc, menyatakan bahwa selama ini
IPB sudah cukup excellentuntuk dunia sains. Namun IPB menyadari bahwa
pertumbuhan dan perkembangan Sains tidak akan bisa maju tanpa adanya dunia
bisnis.
Dengan
adanya bisnis dapat membuat sektor Pertanian yang ada menjadi lebih menarik dan
dilirik orang sehingga tidak hanya memberikan kesan pertanian itu kotor dan
kumuh.
Dengan
visi “responsible leaders dalam bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika
yang bersemangat kewirausahaan, fokus pada keberlanjutan dan berorientasi
global”, SB IPB mulai membuka program Sarjana angkatan pertama pada tahun ini
dengan kapasitas mahasiswa sebesar 89 orang. Terbatasanya jumlah mahasiswa
program Sarjana karena memang pertimbangan daya tampung yang tersedia untuk
angkatan pertama ini. Walaupun masih tahun pertama, SB IPB sudah masuk Top 9
jurusan terfavorit yang ada di IPB.
Rektor
IPB, Prof. Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc menyatakan bahwa permasalahan
dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memajukan sektor pertanian
dan kelautan serta kontribusi dalam pembangunan bangsa seolah tak ada habsnya.
Pertanian
tidak lagi hanya terbatas pada masalah on-farm dan pengolahan sederhana. Sektor
pertanian telah berkembang menjadi sebuah bisnis biomassa yang luas dan
kompleks. Selain food, dari sektor pertanian berkembang bisnis feed, fiber,
fuel, fermentation, functional materials, fertilizer bahkan fun seperti
agrotourism.
Pengelolaan
dan pengembangan bisnis pertanian tidak lagi sederhana sehingga IPB juga
dituntut untuk mengembangkan kompetensi pengelolaan bisnis dan mampu
mengakselerasi lahirnya wirausaha-wirausaha baru di bidang pertanian, kelautan
dan biosains tropika.
Kelebihan
pendirian SB IPB ini adalah tidak perlu melakukan learning curve yang panjang
karena sebelumnya SB IPB ini berasal dari MMA IPB kemudian berubah menjadi MB
IPB dan akhirnya menjadi SB IPB. Seperti Infrastruktur dan tenaga pengajar
untuk mendukung proses belajar mengajar sudah tersedia.
“Untuk
memperkenalkan SB IPB kami melakukan grand launching seperti sekarang ini.
Selain itu kami juga membuat iklan di berbagai media untuk menancapkan brand
baru SB IPB di benak masyarakat. Intinya adalah melakukan promosi.” tutup Idqan
Fahmi. (SWA)

Posting Komentar