Mengutip Bloomberg, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 13.692 per dolar AS hingga Rp 13.709 per dollar AS.
Analis PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta, mengatakan rupiah berpeluang melemah pada perdagangan hari ini. Menurut dia pelemahan rupiah yang terjadi kemarin sore terdorong oleh sentimen penguatan dolar AS di pasar global.
Rupiah tidak hanya melemah bersama mata uang lain di Asia tetapi juga bersama indeks harga saham gabungan (IHSG) danSurat Utang Negara (SUN).
"Pelemahan rupiah diperkirakan masih akan terjadi akibat faktor eksternal walaupun kondisi fundalental perekonomian Indonesia yang mulai membaik," kata Rangga di Jakarta, Selasa (24/11/2015)
Membaiknya indikator ekonomi seperti inflasi yang turun dan pertumbuhan yang membaik, diperkirakan mampu mencegah pelemahan yang berlebihan.
Bank Indonesia (BI) memprediksikan inflasi akan mampu turun hingga 2,79 persen pada Desember 2015.(Tribis)

Posting Komentar