Akan tetapi, ada yang berbeda
pada perhelatan tahun ini dengan kedatangan pendatang baru yakni CEO Amazon,
Jeff Bezos. Miliarder ini diam-diam sudah menandatangani kontrak untuk bersaing
dalam bidang luar angkasa.
"Saya sudah terobsesi
dengan roket, mesin roket dan pesawat ruang angkasa sejak saya berusia lima
tahun," kata Bezos di Aula Broadmoor Hotel, seperti dilansir dari laman CNBC.
Seperti
diketahui, Bezos membangun perusahaan roketnya, Blue Origin, pada 2000. Adapun
sumber dananya ketika itu berasal dari kekayaan berkat usaha ritel internet
Amazon.com yang dibangunnya sejak 1994.
Pemain kaya seperti Bezos,
Musk, Richard Branson dan lain-lain telah menyegarkan industri luar angkasa.
Namun kemajuan perusahaan tampaknya tidak terlalu berkembang bila dibandingkan
dengan pengalaman pertumbuhan Amazon yang mengandalkan internet. Bezos
mengatakan internet mampu tumbuh pesat lantaran adanya infrastruktur yang
mumpuni yakni saluran telepon.
Amazon tak dipungkiri mampu
tumbuh begitu cepat menjadi perusahaan pengiriman paket dengan sistem
pembayaran kartu kredit. Beda halnya dengan bidang luar angkasa, yang mana
roket belum mampu mengambil hati orang-orang, lantaran mengingat masih mahalnya
biaya yang dibutuhkan untuk orang-orang agar mampu pergi ke luar angkasa.
"Saya
pikir itu hanya satu bagian besar. Kita perlu biaya yang jauh lebih rendah
untuk akses pergi ke luar angkasa. Hanya saja masih terlalu mahal,"
katanya.
Dia mengaku, roket yang kembali
digunakan harus mampu berbiaya rendah. Akan tetapi Bezos mengatakan hambatan
lain menuju kesuksesan adalah kurangnya latihan. "Jika Anda harus
beroperasi, menemukan seseorang yang melakukan operasi 20 sampai 25 kali
seminggu," lanjut Bezos.
Nantinya, tes astronot
dijadwalkan meluncur pada 2017. Sedangkan roket untuk turis yang sudah membayar
akan mulai meluncur pada 2018. (okz)

Posting Komentar