Ice,
pemilik Toko Arasy mengatakan, keuntungan berusaha di lantai 3A Thamrin City
selalu meningkat setiap tahun. Ice sudah berdagang di sana selama tiga tahun.
“Awalnya memang berat, tapi sekarang kami sudah merasakan keuntungan berdagang
aneka keperluan haji dan umrah di sini,” ujar Ice yang menjual aneka korma,
kacang Arab, sajadah, dan tasbih, Selasa (1/12).
Menurut
Ice, pengunjung semakin ramai di akhir pekan. Keuntungan yang diperoleh pun
semakin besar dengan rata-rata omzet per bulan mencapai Rp 100 juta. Selain
menjual langsung di tempat, Ice melayani penjualan paket oleh-oleh haji dan
umrah yang bisa dikirim langsung ke rumah.
Hal
yang sama diakui Ika Mustikawati, pemilik Toko Khaira Azka yang sudah setahun
mengelola usaha perlengkapan haji di Thamrin City. Dengan harga perlengkapan
haji dan umrah mulai Rp 10 ribu hingga Rp 350 ribu, Ika meraih omzet mencapai
Rp 60 juta per bulan. “Ini terus meningkat belakangan. Prospek usaha ini memang
bagus,” katanya.
Selain
bisnis oleh-oleh haji dan perlengkapan haji, keuntungan usaha travel yang
khusus melayani perjalanan haji dan umrah juga menggiurkan. Menurut Yuniarti
Mutmainah yang sehari-hari mengelola Aulia Agency, bisnis perjalanan haji dan
umrah yang dikelolanya semakin berkembang.
“Permintaannya semakin meningkat
dalam waktu satu tahun terakhir ini,” kata Yuniarti. Dia menambahkan, paket
yang paling diminati adalah paket umrah plus wisata. Walhasil, keuntungan usaha
Yuniarti dalam setahun mencapai Rp 300 juta per bulan.
Public
Relation and Promotion Manager Thamrin City Lucy Ratna menyatakan, pihaknya memang
mendorong dan mengembangkan potensi bisnis haji dan umrah yang pangsa pasarnya
masih besar. Karena itu, Lucy meyakini bisnis tersebut akan menguntungkan bagi
para pedagang di kawasan khusus haji dan umrah.
“Potensi
pasar yang besar dan kebutuhan akan aneka perlengkapan serta oleh-oleh haji
yang terus meningkat membuat Thamrin City menyediakan kawasan khusus di lantai
3A. Kawasan ini khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Lucy.
Lucy
melanjutkan, saat ini membeli oleh-oleh khas Arab sudah menjadi tradisi jamaah
haji dan umrah Indonesia sepulang dari Tanah Suci. Apalagi, keterbatasan
kapasitas bagasi pesawat dan sedikitnya waktu selama di Tanah Suci membuat
jamaah tidak bisa membeli banyak oleh-oleh dari sana.
“Nah,
kami bertekad untuk memberikan kemudahan bagi para jamaah haji dan umrah dengan
menyediakan pusat oleh-oleh haji di kawasan ini,” kata Lucy.n eh ismail. (Rol)

Posting Komentar