Hal
itu karena di wilayah tersebut pertumbuhan penduduk memperlihatkan potensi pasar
yang belum dimanfaatkan cukup besar.
Kemudian,
pelanggan Asia akan membangun startup-startup untuk memulai bisnis
mereka. Berikut ini lima alasan untuk membangunstartup di pasar negara
berkembang sebagaimana dihimpunSolopos.com dari Okezone, Sabtu (27/11/2015).
-Dukungan Pemerintah
Banyak
pemerintah di pasar negara berkembang sedang meletakkan dasar-dasar untuk
terciptanya lingkungan bisnis yang berkembang. Dengan perkiraan 50 juta
pengusaha di Indonesia dapat menjadi kesinambungan mengubah bangsa menjadi
raksasa teknologi di Asia Tenggara.
Demikian
juga di Malaysia, dana US$100 juta atau Rp1,37 triliun diajukan oleh pemerintah
untuk menciptakan industri teknologi tinggi masa depan.
-Dividen Populasi
Indonesia
adalah negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, dengan populasi lebih
dari 256 juta orang. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia, populasinya
sebagian besar berusia muda dan keadaan ini memberikan kesempatan perkembangan
dengan konsumen seiring siklus hidup produk.
Sebuah
populasi yang besar setara dengan lebih banyak konsumsi. Di negara berkembang,
populasi besar telah memicu konsumsi yang mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi
dengan level ekonomi yang bahkan tidak dapat dicapai di Eropa atau negara maju.
-Biaya yang Lebih Rendah
Biaya
operasional di negara berkembang jauh lebih kompetitif. Harga untuk sewa kantor
jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kota-kota seperti San Francisco atau
London. Rata-rata harga sewa kantor di CBD Jakarta adalah US$37 atau Rp509.046
per meter persegi. Bandingkan dengan harga sewa di West End London yang
mencapai US$2.194 atau Rp30 juta.
Biaya
tenaga kerja juga jauh lebih rendah, di Filipina rata-rata gaji seorang programmer komputer
adalah
US$4.927 atau Rp60 juta sedangkan di San Francisco mencapai US$69.000 atau
Rp949 juta. Melihat biaya staf dan biaya sewa, maka biaya startup akan jauh lebih rendah
sehingga dapat mencapai keuntungan lebih cepat.
-Menjadi Pemimpin
Di
pasar negara berkembang, bisnis online atau startup memiliki kesempatan
menjadi yang pertama, dengan teknologi canggih, sangat mungkin untuk menjalani
persaingan dengan mudah. (Solp)

Posting Komentar