[ads-post]

Bisnis Hobby - Tak ada salahnya mencoba membangun bisnis keluarga. Toh, keuntungannya bisa untuk menyenangkan keluarga Anda juga. Namun, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum benar-benar memulai bisnis keluarga.

Ada pepatah bahwa "lebih baik mendapat teman dari berbisnis daripada berbisnis dengan teman." Pepatah itu seolah menegaskan bahwa jika Anda merajut bisnis dengan seseorang yang sudah Anda kenal sebelumnya, tidaklah dianjurkan.

Ketika terjadi masalah dalam bisnis tersebut, hubungan Anda dan rekan Anda bisa berakhir dengan masalah pula. Apakah ini berlaku juga dengan bisnis keluarga?

Mengutip tulisan Purdi E Chandra, pendiri lembaga kursus Primagama,  bisnis keluarga memiliki kekuatan dan kelemahan.  

Kekuatannya, Anda bisa menaruh kepercayaan lebih kepada keluarga dibandingkan kepada orang lain. Komunikasi untuk menjalankan bisnis pun akan berjalan lebih mudah. 

Kelemahannya adalah bisnis Anda akan mudah terganggu dengan adanya masalah dalam intern keluarga. Walau bagaimanapun, bisnis keluarga akan banyak berkaitan dengan emosi, perlakuan, keamanan, pencapaian tujuan bisnis itu sendiri, produktivitas maupun keuntungan. 
   
Bagaimana agar bisnis keluarga bisa meraih sukses? Kunci utamanya, menurut Purdi,  menjaga kekompakan dan rasa saling percaya dengan tujuan dan cita-cita yang sama. Yang kedua, masing-masing anggota keluarga setidaknya memiliki jiwa entrepeneur yang terus dikembangkan karena bisnis keluarga menuntut fleksibilitas tinggi, terutama dalam hal operasional. (RDigest)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.