Upaya
tersebut diakui Krzanich termasuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)
terhadap 12.000 orang karyawan.
Dengan
bisnis komputer pribadi atau PC yang kini tengah jatuh,Intel menyadari harus
melakukan perubahan dengan cepat guna tetap bertahan.
Oleh sebab
itu, kata Krzanich, Intel kini lebih memfokuskan diri pada cloud.
"Intel
telah dikenal selama ini sebagai perusahaan PC. Kini, kami akam fokus di
sekitar cloud dan semua perangkat yang terhubung dengan cloud. Ini termasuk PC
namun lebih dari itu," ungkap
Krzanich seperti dikutip dari Business
Insider, Rabu (20/4/2016).
Menurut
Krzanich, upaya restrukturisasi akan memberikan fleksibilitas bagi Intel untuk
berinvestasi di area bisnis yang kini lebih menjanjikan dibandingkan pasar PC
yang stagnan.
Ia pun
memberikan contoh bisnis tersebut, antara lain laptop-tablet hybrid 2 in 1 dan
permainan PC yang tumbuh lebih dari 10 persen per tahun.
Selain itu,
home getaway juga mengalami pertumbuhan signifikan.
Di samping
itu, Krzanich pun menyatakan Intel akan berinvestasi di area di luar PC, namun
sangat berperan bagi kesuksesan Intel, yakni data center, bisnis terkait
internet yang tumbuh 22 persen tiap tahun, memori, dan konektivitas.
"Sebagai
hasil dari restrukturisasi ini, Intel akan dapat menekan beban mencapai 1,4
miliar dollar AS per tahun pada pertengahan 2017. Tahun itu akan mewujudkan
pendapatan tertinggi per karyawan dalam sejarah Intel," tutur Krzanich.
(*)

Posting Komentar