[ads-post]

Bisnis Hobby - Selama dua bulan setelah meluncurkan digg.com, Kevin Rose tidak lagi membutuhkan alarm. “Setiap pukul enam pagi, saya terbangun dan duduk di depan komputer,” kenangnya. 

“Saya sedikit cemas kalau tidak mengetahui apa yang terjadi di situs milik saya sendiri.” Ini sebabnya: Tidak ada editor khusus yang sengaja dibayar untuk mengelola tampilan berita di halaman depan Digg. Berita yang terpampang di situs itu merupakan hasil dari kontes popularitas. 

Para pengguna mengirimkan artikel dan foto berita – yang ditemukan dari situs-situs surat kabar besar sampai blog kecil – dan dengan satu kali klik, para pengguna lain dapat memilih untuk “digg” berita itu (yang berarti mereka menyukainya) atau “bury” (yang berarti mereka tidak suka). Pada hari tertentu, Anda bisa menemukan breaking news tentang Irak bersanding dengan artikel-artikel berjudul “Permen Karet Rasa Daging!” dan “Rambu Peringatan Zombie di Jalan.” “Begitu melihat kedua judul berita itu, mungkin Anda akan berkata, 'Mana ada editor waras yang akan menempatkan judul seperti ini berdampingan,'” ujar Kevin, 32. “Justru di situ daya tariknya.”

Kini, situs tersebut menarik 35 juta pengunjung setiap bulan. Satu pranala dari Digg bisa menciptakan gelombang besar lalu-lintas yang dapat mengubah sebuah situs pendatang baru di Internet menjadi pemain sejati – atau menghancurkan situs lebih kecil yang tidak siap bersaing. Dan para investor tak ragu-ragu menanamkan modal untuk ide Kevin itu; September 2008, Digg berhasil menggaet 28,7 juta dolar Amerika dalam bentuk pendanaan modal ventura baru. Banyak yang meyakini nilai Digg jauh lebih besar dari itu: Musim panas tahun lalu, Google dikabarkan sedang berunding untuk membeli Digg seharga 200 juta dolar AS. (Baik Kevin maupun Google tidak mau berkomentar tentang hal itu.)
    
Menurut Kevin, sejak awal dia tak pernah berniat meraup keuntungan besar. Ketika memulai Digg, dia berpikir, “Cukuplah kalau situs ini bisa membayar uang sewa apartemen, tempat saya bisa bersantai sambil minum teh, dengan kantor kecil yang menyenangkan.” Jenis impian yang gampang ditebak, dari seorang anak ajaib di bidang Internet. 

Tumbuh besar di Las Vegas, Kevin termasuk “anak paling tidak populer di sekolah.” Di usia delapan, dia menghabiskan berjam-jam di komputer keluarga mereka, Commodore 64, mengetikkan kode-kode untuk menghasilkan animasi balon. Pada awal 1990-an, dia berhasil membujuk orang tuanya untuk membelikan komputer pribadi, yang kemudian dia gunakan untuk mengobrol soal teknologi dengan “orang kuper” lain di ruang chat. 
    
Kecintaan Kevin itu kadang sampai mengorbankan pekerjaan sekolah, membuat ibunya harus menyita keyboard komputernya ketika rapor Kevin di sekolah jelek. “Saya mengebor lubang di meja belajar dan merantai keyboard itu sehingga ibu saya tidak bisa lagi mengambilnya,” ujar Kevin. Pada usia 15, dia sudah bisa memperbaiki komputer. Pada usia 19, dia mendapatkan pekerjaan di bagian komputer di Nevada Test Site – tempat percobaan nuklir milik Departemen Energi Amerika Serikat – sambil kuliah di University of Nevada, Las Vegas. Dan pada usia 21, dia drop out dari universitas dan pindah ke Silicon Valley.
   

Kevin mendapatkan gagasan untuk menciptakan Digg pada 2004, saat dia mengelola pertunjukan berita untuk TV kabel tentang tren teknologi. Situs jejaring sosial, seperti Facebook, baru saja melejit, memungkinkan para pengguna menampilkan foto, pranala dan video, lantas mengomentari semua itu. Kevin menciptakan situs yang menggunakan pendekatan serupa, khusus untuk berita. Digg diluncurkan pada November 2004. 

“Situs itu adalah eksperimen,” katanya. “Saya ingin melihat jenis berita apa yang akan menyeruak dan apakah kualitasnya bakal bagus.” Namun ketika jumlah orang yang mengunjungi Digg mencapai beberapa ribu sebulan – cukup untuk menarik pengiklan – Kevin berhenti dari pekerjaannya. Pada 2005, lalu-lintas bulanan Digg mencapai 200.000 dan dia mempekerjakan seorang CEO dan pegawai, serta menghasilkan 2,8 juta dolar AS. Kini Digg merupakan salah satu situs yang paling banyak dikunjungi di Amerika.
    
Seperti banyak situs, Digg masih belum menemukan cara mengubah lalu-lintas tersebut menjadi keuntungan. Meski begitu, situs itu terus berkembang. Digg kini merekomendasikan berita kepada para pengguna berdasarkan berita lain yang mereka sukai. Situs itu juga memberi kesempatan kepada pengguna untuk mengumpulkan suara terhadap pertanyaan yang ingin mereka ajukan kepada para politikus dan selebriti. 
   
Sementara itu, Kevin bisa tidur nyenyak di malam hari. Dia masih memeriksa situsnya setiap pagi setelah bangun. Namun dia sempat membuat secangkir teh dulu, lantas duduk untuk menikmati hasil karyanya. (P Guglielmetti)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.